Tampilkan postingan dengan label Belajar untuk lebih baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar untuk lebih baik. Tampilkan semua postingan

CARA INDAH MENGAIS KEKAYAAN

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan seorang hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tua kita, khususnya ibu kita. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih sampai melahirkan kita itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu.. Ibu bagaikan pangeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibu kita jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, peluang dan kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepada kita. Karena saat itulah sebenarnya Kita dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan kita dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.


RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , (QS Ath Thalaq 2-3). saya menimpali

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita, sayangi mereka, berdayakan dan carikan jalan keluar atas segala permasalahannya".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut bersama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu cari selingkuhan. Atau mulai bermain wanita .Baik menikah lagi secara diam-diam, atau terang-tarangan tanpa ridho dari istri Anda itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya tanpa keikhlasan darinya atau bahkan tanpa sepengetahuannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Sumber : RYI

Melangakah Menuju SinggahSanaMu Ya Rabb

Dari Mana Aku Berasal
Untuk Siapa Aq diCiptakan
Harus Dengan Ap Aq Menjaganya
Sungguh Aq Tak Sanggup Tanpa RidhoMu
Untuk Bisa Menjaganya.............

Ku serahkan Semua Apa Yg telah Kumiliki Hanya PadaMu
Walaupun ku harus mulai dari titik awal dimana aku mulai merangkai
Walau semua orang memandangQ sebelah Mata
Tapi dengan selalu ingat padamu Ku terus bertahan














Tidur Menurut Tuntunan Rasulullah


I. TIDUR SEBUAH TANDA KEKUASAAN ALLAH
Allah berfirman.:
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan
siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesung-
guhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
mendengarkan. (QS. Ar-Ruum: 23).
Allah juga berfirman:
Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS. An-Naba': 9).
Imam Ibnu Katsir berkata:
_Disalin dari majalah Al Furqon 05/III hal 38 - 41.

"Yaitu termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya Allah menjadikan sifat tidur
bagi kalian diwaktu malam dan siang, dengan tidur, ketenangan dan rasa
lapang dapat tercapai dan rasa lelah serta kepenatan dapat hilang". 1


II. ADAB TIDUR
1. Anjuran Qoyluulah
Berkata Ibnu Atsir: "Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun tidak
tidur". 2
Berdasarkan hadits:
Dari Sahl Bin Sa'd dia berkata: "Tdaklah kami qoyluulah dan makan siang
kecuali setelah shalat jum'at". 3
Juga Rasulullah bersabda:
"Qoyluulah kalian sesungguhnya syaithon tidak qoyluulah". 4
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:
"Hadits diatas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sa-
habat Nabi setiap harinya". 5

2. Tidur di awal malam
Rasulullah adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan
tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling
bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur diawal malam dan bangun diawal sepertiga malam.
Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur:
"Suatu ketika aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk meli-
hat bagaimana shalatnya Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama
istrinya, kemudian tidur". 6
1Tafsir Ibrur Katsir 3/402.
2Nihayah Fi Ghoribil Hadits 4/133.
3HR. Bukhari 939 dan Muslim 859.
4HR. Abu Nu'aim dalam At-Thib: 12/1, Thabrani dalam Al-Ausath: 2725, dihasankan oleh AlAlbani
dalam As-Shahihah: 1647.
5Fatliul Bari: 11/ 83.
6HR. Muslim: 763.

3. Dibencinya tidur sebelum lsya’ dan ngobrol setelahnya.
Berdasarkan hadits:
Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum isya' dan
bercakap-cakap setelahrtya. 7
Al-Hafizh lbnu Hajar berkata:
"Dibencinya tidur sebelum Isya' karena dapat melalaikan pelakunya dari
shalat isya' hingga keluar waktunya, adapun bercakapcakap setelahnya yang
tidak ada manfaatnya-pent, dapat meyebabkan tidur hingga shalat shubuh
dan luput dari shalat malam". 8
Kemudian Al-Hafizh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setetah Isya' dikhususkan
pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya. 9
Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini,
sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar
pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin. 10


4. Menutup pintu, mematikan api dan lampu Berdasarkan hadits:
Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda:
"Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tu-
tuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian. 11
Juga berdasarkan hadits:
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah kalian meningalkan
api yang menyala ketika kalian tidur". 12
Imam Al-Qurthubi berkata:
7HR. Bukhari 568 dan Muslim: 647.
8Fathul Bari 1/278.
9Fathul Bari 1/278.
10HR. Tirmidzi 169, Ahmad 1115, dishahihkan oleh AI-Albani dalam As-Shahihah, 2781.
11HR. Bukhari 6296 dan Muslim 2012.
12HR. Bukhari 6293.

"Berdasarkan hadits ini apabila seseorang tidur sendirian sedangkan api
masih menyala di dalam rumahnya hendaklah ia mematikan terlebih dahu-
lu sebelum tidur, demikian pula apabila di dalam rumah terdapat beberapa
orang hendaklah orang yang terakhir yang melakukannya, maka barang siapa
yang meremehkan hal ini sungguh dia telah menyelisihi sunnah!". 13
Ibnu Daqiq Al-`Ied berkata:
"Perintah menutup pinto sebelum tidur, di dalamnya terdapat kebaikan
duniawi dan ukhrowi yaitu menjaga diri dan harta dari orang-orang yang
hendak berbuat jahat, terlebih lagi dari syaithon". 14
Perhatian: Perintah mematikan api dan lampu sebelum tidur merupakan tindakan pre-
ventif sebelum terjadt kebakaran, apabila aman dan kebakaran -seperti keadaan lampu-
lampu masa kini-Pent maka tidaklah mengapa menghidupkannya. 15

5. Berwudhu
Berdasarkan hadits:
Dari Baro' Bin 'Azib bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila kalian
hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian
untuk shalat". 16
Imam Nawawi berkata:
"Hadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila seseorang
telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud
dari itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemput-
nya seketika itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri
dari gangguan syaithon dan perasaan takut ketika tidur". 17
13Fathul Bari 11/103.
14Fathul Bari 11/104.
15Lihat Syarah Shahih Muslim 13/163.
16HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710.
17Syarah Shahih Muslim 17/197.

6. Mengebuti tempat tidur
Berdasarkan hadits:
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila salah se-
orang diantara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan
ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menim-
pa padanya". 18
Faidah hadits:
1. Sunnahnya mengebuti tempat tidur sebelum tidur. 19
2. Hendaklah mengebutinya tiga kali. 20
3. Membaca 'Bismillah' ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim no.
2714.
4. Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kcmudian kembali lagi, maka dian-
jurkan untuk mengebutinya kembali. 21

7. Larangan tidur satu selimut Berdasarkan hadits:
Dari Abu Said Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah bersabda:
"Janganlah pria melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita
melihat aurat wanita yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria
lain dalam satu selimut, dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita
lain dalam satu selimut". 22

8. Berbaring Kesisi Kanan
Imam Ibnul Qoyyim berkata:
18HR. Bukhari 6320 dan Muslim 2714.
19Syarah Shahih Muslim 18/201.
20Fathul Bari 1 I/ /52.
21sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi. 3410, dishahihkan oleh AI-Albani dalam; Kalim Thoyyib:
3410.
22HR. Muslim 339 dan Tirmidzi 2793.

"Adalah Nabi tidur dengan berbaring kekanan dan beliau meletakkan tan-
gannya yang kanan dibawah pipinya yang kanan". 23
Rasulullah bersabda:
Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti
wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan! 24
Sahabat Mulia Hudzaifah berkata:
"Adalah Nabi apablla tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya".
25
Imam Ibnul Jauzy berkata:
"Keadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar kedokteran
merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuh". 26

9. Membaca Ayat AI-Qur’an
Dianjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat-ayat AI-Qur'an
terlebih dahulu, diantaranya:
1. Membaca Ayat kursi, berdasarkan hadits tentang kisah Abu Hurairah yang diajari
oleh syaithon ayat kursi kemudian dia berkata:
"Jika engkau membacanya, maka Allah senanriasa akan menjagamu dan
syaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi." 27
2. Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits A'isyah dia
berkata:
23Zaadul Ma'ad 1/150.
24HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710.
25HR. Bukhari: 6314, Ahmad 3/5, Abu Dawud: 5045.
26Farhul Bari 11/132.
27HR. Bukhari 2311.


"Adalah Rasulullah apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua
telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, Al-
Falaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan-
nya kebagian tubuh yang bisa diusap, dirnulai dari kepala, wajah dan
bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali ". 28
3. Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan hadits:
Dari Abu Mas'ud Al Badriyyi bahwasanya Rasulullah bersabda: "Dua
ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barang siapa yang membacanya di-
waktu malam maka akan mencukupinya". 29

10. Membaca Do’a

Banyak sekali do'a sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi dtantaranya:
"Yaa Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup". 30
"Yaa Allah... aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku
kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan
takut kepada-Mu, tidak ada tempat bersandar dan tempat menyelamatkan
kecuali kepada-Mu, Yaa Allah... aku beriman kepada kitabMu yang telah
engkau turunkan dan kepada NabiMu yang telah engkau utus", maka ji-
ka engkau meninggal pada malam harinya sungguh engkau meniggal dalam
keadaan _throh dan jadikanlah do'a tersebut akhir yang engkau ucapkan. 31

11. Apa yang harus dilakukan jika bermimpi?

Dari Abdullah Bin Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah bersabda:
"Mimpi yang baik adalah dari Allah, sedamgkam mimpi yang buruk dari
syaithon, maka apabila salah seoratg diantara kalian mimpi buruk hendak-
lah ia meludah kearah kiri dan mohonlah perlindumgan kepada Allah dari
kejelekannya, sesungguhnya hal itu tidak akan memadhorotinya". 32
28HR. Bukhari 5017, Abu Dawud 5056 dan Tirmidzi 3406.
29HR. Bukhari 4008 dan Muslim 807.
30HR. Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417 dan Ibnu Majah 3880.
31HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710.
32HR. Bukhari 3292 dan Muslim 2261.

Faidah hadits:
1. Mimpi ada dua macam: baik dan buruk, mimpi yang baik adalah dari Allah
sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon. 33
2. Apabila bermimpi baik hendaklah ia memuji Allah dan menceritakannya kepada
orang yang menyukai. 34
3. Sebalknya apabi Ia bermimpi burns maka hendaklah in memohon perlindungan
kepada Allah, kemudian meludah kearah kiri sebanyak tiga kali, bepindah tempat,
shalat dua rakaat dan janganlah ia menceritakan kepada seorangpun. 35

12. Dibencinya tidur telungkup Berdasarkan hadits:

Dari Tikhfah Al-Ghifari dia berkata:
Suatu ketika tatkala aku tidur didalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang
menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur terlungkup, lalu dia
membangunkanku dengan kakinya seraya berkala: _Bangunlah! Ini adalah
bentuk tidur yang dibenci Allah, maka akupum mengangkat kepalaku terny-
ata beliau adalah Nabi. 36
Berkata Syaroful Haq 'Azhim Abadi:
"Berdasarkan hadits inI, bahwa tidur telungkup diatas perut adalah dilarang,
dan itu adalah bentuk tidurnya syaithon". 37

13. Dibencinya tidur diatas rumah tanpa penutup

Berdasarkan hadits:
Dari Ali Bin Syaiban bahwasanya Rasulullah: bersabda: _Barang siapa
yang tidur diatas rumah tanpa penutup/penghalang maka sungguh telah
terlepas darinya penjagaan". 38
33Syarah Shahih Muslim 15/420.
34Fathul Bari 12/463.
35Lihat Fathul Bari I2/463, Syarah Shahih Muslim 15/421.
36HR. Bukhari dalam Adab Mufrod 1187, Tirmidzi 2768, Ibnu Majah 3723, dishahihkan oleh Al-Albani
dalam Shahih Adab Mufrod 905, lihat Al-Misykah 4719.
37'Aunul Ma'bud 13/261.
38HR. Bukhari dalam Adab Mufrod 1192, Abu Dawud 5041. Ahmad 5/79, dishahihkan oleh Al-Albani
dalam As-Shahihah 828. lihat pula Shahih adab Mufrod 908.

14. Do’a ketika bangun tidur
Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdo'a:
"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setetah sebelumnya
mematikan kami dan hanya kepadaNya kami akan dibangkitkan ". 39
Demikianlah pembahasan kita kali ini, akhirmya kita memohon kepada Allah tau_k dan
hidayah-Nya agar tetap istiqomah dialas jalan-Nya. Amiin. Wallahu A'lam,
39HR. Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417, Ibnu Majah 3880.

Mengungkap Misteri Jadi Karyawan 2

Apa dan Kenapa Karyawan selalu mengeluh dalam bekerja selalu keluh kesah...gak semua karyawan sich yang keluh kesah.
Profesi jadi tukang service komputer keliling dan maintenance dari perusahaan satu ke yang lain, banyak menemukan hal - hal indah dan susah. cerita yang susah doloe dech....susahnya waktu kerusakan komputer bersamaan, waduh.....waduuh...koch rusak semua sich...capeedeeeh....dalam hati ( gak dech ).terus apa lagi...harus ON TIME...wah ini nich tambah cape lagi...apa lagi di jakarta....jakarta gak macet boong banget...,trus...trus...kaya tukang parkir aj.ups....pisss...yang susah lagi kalau udah selesai serviceb,,,terus acc client...baru mau ambil kursi dan minum secangkir air dingin kadang juga anget kadang juga panas.....eh di telp lagi......kring..kring..
Me ( hallo )..
Client ( Mas nich Komputer Hang lagi )...
Me...( Emank kenapa permasalahannya )
Client ...( ini itu dan itu...wis pokoke akeuuuuh dewh ).
Me...( Ya wis....coba Mbak/Bu?/Pak?/ begini dan begitu...eh selesai juga.....ada juga dah diajarin gak bisa juga.)Yo wis I'm Coming Soon.xixixi
Ya begitu dech.....
Lah trus piye ena' E
Ena'e Sering di traktir....alias dengeri karyawan curhat..xixixi
Ada yang Masalah Keluarga'a,Pacar'a dan Yang pasti Masalah Kerja.....
Masalah keluarga gak jauh dari kebutuhan ( keuangan ),
Masalah Pacar'a....Putus deech, lagi pedekate,baru jadian dech, eh ada juga selingkuh di ceritain.....xixixi
Yang jadi perhatiin buat saya adalah masalah kerjaan di perusahaan. dia bekerja sekarang.....kebanyakan mengeluh karena gaji kuranglah, gaji habis gak tau kemana,kerja banya tekanan ( BOS Galaklah, Temen Resehlah ).terus saya cuma bisa bilang sabari ajari biar waktu yang menjawab keaadaan ini dan cobalah kamu untuk mengolah pikirin dengan baik supaya gak stress.karena belum tentu juga kalau pindah kerjaan sesuai harapan kita. 

JADI  pesan dalam cerita singkat ini adalah jangan pernah menyalakan keadaan,diri sendiri,orang lain dan perusahaan.tapi berusahalah untuk menjalankan pekerjaan dengan baik dan jalin kerjasama dengan baik sesama tim.Insyaallah.untuk masalah naik gaji pasti dipertimbangkan kalau kerja kita baik. Dilihat juga dari kemampuan menunjang perusahaan untuk lebih berkembang.

Wassalam. 

Mengungkap Misteri Jadi Karyawan 1

Salam,.....
Jadi karyawan di perusahaan orang indonesia, orang asing atau orang - orangan...xixixixi pisssss.
Jadi karyawan bisa jadi sumber membenahi ekonomi pribadi,keluarga bahkan temen dan orang lain juga.
maksud dari membenahi ekonomi pribadi kita bisa membeli kebutuhan pokok dan tambahan seperti halnya kebutuhan perlengakapan mandi....alat - alat yang diperlukan di kamar tidur....dan yang pasti pendukung lainnya seperti handphone,motor,mobil bahkan pesawat bisa jadi kita bisa beli pesawat dengan pengelolaan uang gaji yang baik.
untuk Keluarga sendiri....kita bisa memberi tambahan kepada kedua orang tua dan adik - adik / kakak untuk menunjang kebutuhan pangan dan sandang.
Untuk temen dan orang lain kadang- kadang juga mereka minjem uang ama kita....

Dari semua keterangan di atas kita jangan pernah mengeluh dan minder jadi karyawan negeri baik swasta.karena yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita dalam mengolah uang gajian tersebut menjadi tabungan dimasa tua nanti.......

yang jadi problema dari dikalangan karyawan mereka selalu minta dan minta gaji naik....emank gak ada salahnya kita minta gaji naik tapi kita juga harus mengukur lagi kadar kemampuan kita untuk menunjang kemajuan perusahaan.
Pengalaman pribadi.
dari perusahaan satu ke yang lain saya selalu menemui karyawan yang setiap hari menjalani kerjaannya dengan beban.apa dan kenapa? tunggu aj.....

KESEDERHANAAN

literatur mengartikan sederhana sebagai " pertengahan " " tidak tinggi tidak rendah " " tidak berlebih - lebih " .Meski sebagian masyarakat mengidentifikasikan sederhana sebagai " miskin ".
sebagian kita tentu mengakui bahwa sederhana itu sendiri adalah sebuah kekuatan.

Gaya hidup misalnya, kita tidak perlu terlihat miskin bila ingin mencoba hidup dengan sederhana.
Sederahana bukan miskin, akan tetapi hiudp sesuai dengan kebutuhan. ya itu tadi, " tidak berlebih - lebih ". Salah satu kajian tentang sederhana menyebutkan bahwa diantara hambatan yang menyebabkan kita sulit hidup sederhana, adalah kualitas diri kita sendiri.

Berlepas dari sejauh mana kajian tentang kesederhanaan ini memiliki keakuratan penelitian, setidaknya ada tiga kualitas diri yang menghambat kesuksesan kita menjalani hidup secara sederhana.

1. Kecenderungan Untuk Serakah
Kita akan kesulitan untuk memiliki pola hidup sederhana, kalau kita tidak mampu untuk menjinakkan kecenderungan keinginan memperluas atau memperbanyak sesuatu atau serakah.kita cenderung ingin hal baru sebanyak - banyaknya sementara saat ini satu hal lagi belum lagi tuntas kita manfaatkan . kita cenderung tidak maksimal dalam memanfaatkan apa - apa yang kita miliki sekarang.kita perlu belajar dari kehidupan orang - orang yang sukses yang umumnya justru memulai kesuksesaanya dari nilai - nilai kesederhanaan yang dimilikinya.

2. ketidakpuasan
kecenderunga kita untuk serakah diatas, tidak bisa dipisahkan dari unsur ketidakpuasan didalam diri kita sendiri.ketidakpuasan menghalangi kita untuk hidup sederhana. ketidakpuasan di sini identik dengan ketidakmampuan kita menciptakan rasa bahagia didalam diri sendiri, sebagai kunci hidup. bukan tidak puas dalam konteks positif dimana kita selalu ingin lebih baik dari hari kemarin.

3. Rendah diri
kemingkinan ketiga yang paling mungkin menjawab mengapa orang tidak merasa bahagia dengan dirinya adalah karena adanya rasa rendah diri ( Inferioritas ). Bila kita termasuk orang orang rendah diri, kita akan mudah terjebak dalam pola hidup yang tidak sederhana, dengan cara menipu diri -self deception ( hamacheck : 1987 ). praktek hidup yang paling mudah dikenali dari orang - orang rendah diri adalah :
a. mengurangi tanggung jawab ( taking credit ) atau minimalistis.
b.terlalu mementingkan diri sendiri ( self ego ) karena rasa takut
c.bahwa orang lainlah yang harus berubah
d.menolak tanggung jawab hidup untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik.

Ketekunan Adalah Kekuatan Kita

Apa yang kita raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang kita lakukan terus
menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila kita yakin tujuan dan jalan
kita, maka kita terus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha, ketekunan adalah
kemampuan

kita untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan.
Kita harus tetap mengambil lagkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama.
Memang semakin jauh kita berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang.
Bayangkan, andai saja kemarin kita berhenti, maka kita tidak berada di sini sekarang.
Setiap langkah menaikkan nilai diri kita, apapun yang kita lakukan, jangan sampai kehilangan

ketekunan kita. Karena ketekunan adalah daya tahan kita.
Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah
langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil, dan langkah pertama
keberhasilan harus kita mulai dari rumah kita. Rumah yang paling baik adalah hati kita, itulah
sebaik-baik tempat untuk memulai dan untuk kembali.

Karena itu mulailah kemajuan kita dengan memajukan hati kita, kemudian pikiran kita, dan
usaha-usaha kita. Ketekunan hadir bila apa yang kita lakukan benar-benar berasal dari hati
kita

KEBIASAAN TIDUR PAGI TERNYATA BERBAHAYA

Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
[1] tidur ketika sangat butuh,
[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
BAHAYA TIDUR PAGI [1]
[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.
[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.
Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
[Kelima] Menghambat datangnya rizki.
Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)
[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)


________________________________________
[1] Pembahasan berikut disarikan dari tulisan Ustadz Abu Maryam Abdullah Roy, Lc yang berjudul ‘Tholabul ‘Ilmi di Waktu Pagi’ .
Artikel http://rumaysho.com

KIAT – KIAT UNTUK TIDAK TIDUR DI WAKTU PAGI

Kiat Pertama: Membaca Al Qur’an dan memahami maknanya
Kiat Kedua: Mengulang Hafalan Al Qur’an
Kiat Ketiga: Membaca Dzikir-dzikir Pagi
Kiat Keempat: Menuntut ilmu agama


Selesai disusun di Pondok Sahabat, Pogung Kidul
Di pagi hari yang penuh barokah, 19 Rojab 1429 H
bertepatan dengan 22 Juli 2008

Artikel http://rumaysho.com

Syair Subuh

Jika banyak Tidur, bangunkan aku

karena umur dikurangi oleh tidur

jika banyak makan, peringatkanlah aku

karena hati dirusak oleh makanan

jika banyak bicara, jadikan aku diam

karena agama dirusak oleh ucapan

jika banyak uban, sadarkanlah aku

karena uban 'kan diikuti kematian